Pengaruh Manajemen Terhadap Industri Keuangan Syariah

Industri Keuangan Syariah di Indonesia sangatlah beragam mulai dari jasa pelayanan syariah, asuransi syariah dan perbankan syariah serta industri halal. Namun sejauh ini yang menopang hajat hidup orang banyak adalah industri keuangan syariah disektor perbankan syariah. Berdasarkan Statistik dan Otoritas Jasa Keuangan perbankan syariah, jumlah perbankan syariah telah mencapai 12 Bank Umum Syariah, 22 Unit Usaha Syariah dan 163 Bank pembiayaan Rakyat Syariah dengan total jaringan kantor sebanyak 2,301 kantor di seluruh Indonesia. (Slamet: 2016)

Namun akhir-akhir ini eksistensi perbankan syariah agak menurun banyak yang beranggapan mengenai produk keuangan syariah apakah sudah islami? Pertanyaan ini kerap sekali dapatkan di media sosial sampai-sampai diseminar bisnis antar Universitas Islam Di Yogyakarta. Nyaris tidak mungkin mengabaikan presepsi publik yang masih menyangsikan “kesyariahan” produk keuangan syariah dan beranggapan bahwa industri keuangan syariah belum sepenuhnya berhasil memenuhi janjinya pada pemenuhan aspek keadilan (fairness), kesetaraan (equity) dan inklusi (inclusion).

Eksistensi perbankan syariah, jelas memiliki arti penting bagi pembangunan ekonomi berwawasan syariah terutama dalam memberikan solusi bagi pemberdayaan usaha kecil dan menengah serta menjadi inti kekuatan ekonomi yang berbasis kerakyatan. Permasalahan diatas yang mengenai kesyariahan berkaitan erat dengan lemahnya praktisi keuangan bank serta minimnya dukungan dari pemerintah.

Kehidupan tidak lepas dengan manajemen salah satunya dalam industri keuangan syariah, lemahnya praktisi keuangan syariah serta minimnya dukungan dari pemerintah merupakan permasalahan dalam manajemen tersebut, pemahaman yang kurang serta penerapan dan implikasi dalam beradaptasi dengan suatu perubahan, pemahaman yang kurang serta penerapan dan implikasi dalam beradaptasi dengan suatu perubahan merupakan permasalahan yang sering kali terjadi permasalahan lemahnya praktisi perbankan disebabkan karena manajemen sdm yang berkualitas rendah baik dari sisi pengembangan bisnis maupun sisi syariah.

Dengan kata lain belum terpenuhinya sumber daya insani yang memadai di bidang ekonomi syariah, sehingga dalam praktiknya perbankan syariah seringkali menyimpang dari prinsip syariah. Kedua, supply oriented. Praktisi hanya bisa menjelaskan apa yang mereka tahu tetapi tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh masyarakat. Ketiga, belum memadainya sumber daya manusia yang terdidik dan profesional, terutama teknis manajerial.

Permasalahan lemahnya praktisi perbankan disebabkan karena manajemen SDM yang berkualitas rendah baik dari sisi pengembangan bisnis maupun sisi syariah. Dengan kata lain belum terpenuhinya sumber daya insani yang mumpuni di bidang ekonomi syariah, sehingga dalam praktiknya perbankan syariah seringkali menyimpang dari prinsip syariah. Selain itu Praktisi hanya bisa menjelaskan apa yang mereka tahu tetapi tidak bisa menjawab apa yang ditanyakan oleh masyarakat. Selanjutnya belum memadainya sumber daya manusia yang terdidik dan profesional, terutama teknis manajerial. Permasalahan yang bertalian dengan pemerintah kurangnya dukungan dari pemerintah juga disebut dengan masalah struktural yang disebabkan karena belum selarasnya visi dan kurangnya koordinasi antar pemerintah dan otoritas dalam pengembangan perbankan syariah. Selain itu Pengaturan dan pengawasan yang masih belum optimal. Selanjutnya Kurangnya support dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah, semua permasalah tersebut dapat diselesaikan jika manajemen dalam organisasi tersebut maju dan hidup.

Permasalahan-permasalahan tersebut diatas dapat diselesaikan dengan memanajemen sebaik mungkin agar kedepannya industri keuangan bisnis bisa maju dan meningkat yakni baik dimotivasi dengan baik seperti teori motivasi menurut Herzberg yang sering dikenal sebagai teori dua faktor atau teori M-H. Teori ini menjelaskan bagaiamana seorang manajer bisa mengendalikan faktor-faktor yang dapat memberikan kepuasan kerja ataupun tidak. Berdasarkan penelitian yang ada, dua kelompok faktor tersebut dapat mempengaruhi individu dalam organisasi yaitu motivasi. Motivasi disini sebagai faktor dari sumber kepuasan kerja seperti prestasi, tanggung jawab, dan penghargaan (savitra, 2018). Dengan adanya motivasi pemberian hadiah reward dan lainnya dapat meningkatkan kinerja praktisi perbankan. Dan juga praktisi perbankan menjadi semangat dalam bekerja. Selain itu dalam suatu manajemen yang baik seharusnya mempunyai rencana dan strategis baik jangka panjang maupun jangka pendek untuk menyikapi perubahan kondisi yang tidak bisa dihindari. Inilah arti pentingnya sebuah manajemen, sebuah organisasi tidak akan bertahan lama jika tidak mengalami perubahan dan bijak dalam membuat serta mengambil keputusan.

Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen semua usaha akan sia-sia dan mencapai tujuan akan lebih sulit. Menurut (Afif: 2003) tiga alasan perlunya sebuah manajemen dalam organisasi:

1.  Untuk mencapai tujuan. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan pribadi.

2.     Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan. Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, saran-saran dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi, seperti karyawan, manajemen, pelanggan.

3.     Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda. Salah satu cara yang umum adalah efisiensi dan efektivitas.

Selain itu urgensi atau arti pentingnya pemahaman manajemen banyak sekali mulai dari mengelola suatu organisasi dengan baik, meningkatkan kerja individu, menciptakan hubungan yang baik dengan stakeholder (karyawan, pegawai, teman kantor) semua itu agar perusahaan maju meningkat dan tidak tergurus dengan berjalannya waktu, juga ketiga tingkatan baik top, middle hingga lower meskipun berbeda namun secara peran, fungsi dan tanggung jawab sama dalam pencapaian visi yang  telah ditetapkan. Oleh karena itu agar rencana yang telah dirumuskan terlaksana dengan baik maka segala pekerjaan perlu dikelompok-kelompokkan atau diorganisasikan dalam bentuk bagian-bagian baik pada level topmiddle maupun lower. Sehingga seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan ketika semua bagian ikut adil.

Melihat begitu pentingnya manajemen dalam industri keuangan syariah seperti yang dijelaskan di atas. Maka perlu adanya perubahan paradigma bagi para penyelenggara industri keuangan syariah di lingkungan mahasiswa saat ini dalam memahami manajemen bukan lagi sebagai kebutuhan tersier namun melainkan sebagai kebutuhan primer dalam sistem pendidikan. Pemahaman ini diharapkan bukan saja berlaku pada mahasiswa saja namun juga diharapkan semua orang paham mengenai manajemen. 

 

 


Daftar Pustaka

 

Rusydiana, A. S. (2016). Analisis masalah pengembangan perbankan syariah di Indonesia: Aplikasi metode analytic network process. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen6(2), 237-246.


Savitra, Khanza. 2018. Artikel. 5 Teori-Teori Motivasi Menurut Para Ahli. Dalam https://dosenpsikologi.com/teori-teori-motivasi/amp. Diakses pada 7 Juli 2020.


Afif: 2003 (Afif, Faisal, Pendekatan Managemen Bisnis Berbasis Profesionalisme dan Komunisme Menuju Era Indonesia Baru, “Jurnal Universitas Paramadina, Vol. 2 No. 3, Mei 2003

http://fai.almaata.ac.id/Esy/


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BERSIH-BERSIH KALI DAlAM RANGKA MEMPERINGATI HARI SUNGAI NASIONAL 2022      

Pengajian Rutin Ibu-Ibu Desa Karangber Bersama Mahasiswi KKN